DESA TRETEP MILIKI PASAR HEWAN
TEMANGGUNG, Warga masyarakat Desa Tretep Kecamatan Tretep Kabupaten Temanggung kini semakin mudah untuk bertransaksi jual beli hewan seperti kambing dan sapi setelah memiliki pasar hewan sendiri. Keberadaan pasar hewan yang berdampingan dengan pasar desa itu, telah diresmikan penggunaannya oleh bupati Drs. Hasyim Afandi Selasa kemarin (17/3) ditandai dengan penekanan tombol dan pembukaan selubung papan nama. dilanjutkan peninjauan lapangan dengan menyaksikan langsung jual beli perdana kambing sebanyak 90 ekor.
Bupati Drs. Hasyim Afandi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Pemerintah Desa dan masyarakat Tretep yang telah berhasil membangun pasar hewan. Keberadaan pasar hewan lanjutnya dinilai akan banyak memberikan manfaat guna menunjang perekonomian masyarakat disektor perdagangan hewan baik kambing maupun sapi . Mulai sekarang warga masyarakat di sekitar Kecamatan Tretep tidak perlu repot keluar daerah untuk membeli maupun menjual hewan ternak, karena sudah memiliki pasar sendiri .
“Pemkab Temanggung sangat mendukung keberadaan pasar hewan desa Tretep. Oleh karena itu ditekankan warga masyarakat dan pedagang dalam bertransaksi jual beli hewan tidak perlu ke luar daerah, sehingga pasar bisa hidup, maju dan berkembang. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan pada saatnya nanti Tretep akan menjadi daerah penyumbang kebutuhan daging nasional” pintanya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan bantuan sosial berupa 92 ekor kambing kepada 92 warga yang termasuk kategori Rumah Tangga Miskin ( RTM). Bantuan tersebut berasal dari sisa hasil usaha Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat PNPM Mandiri perdesaaan Kecamatan Tretep tahun 2008. Bupati mengharapkan kepada RTM penerima bantuan agar memelihara kambing dengan sebaik-baiknya supaya segera berkembang biak sehingga secepatnya bisa digulirkan kepada warga lain.
Sementara itu Kepala Desa Tretep Sabar menjelaskan, pembangunan pasar hewan merupakan satu paket dengan proyek renovasi pasar desa yang seluruhnya menghabiskan biaya Rp.123 juta. Luas pasar hewan berukuran 30 X 20 meter, sumber dana berasal dari bantuan pemerintah dan swadaya masyarakat. Proyek dikerjakan secara swakelola memanfaatkan tanah kas desa yang satu komplek dengan pasar desa. Renovasi pasar dilakukan karena beberapa bangunan kios rusak termakan usia. Kebaradaan pasar itu sendiri sudah berumur ratusan tahun karena dibangun pada masa penjajahan Belanda. Transaksi jual beli dilakukan setiap hari pasaran Wage dan Manis/Legi.
“Pembangunan pasar hewan bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sektor perdagangan hewan, mengingat potensi ternak kambing di Tretep cukup besar. Pasar hewan dibuka setiap hari pasaran Wage dan optimis bisa berkembang. Sedikitnya sudah ada 50 pedagang yang siap meramaikan pasar” katanya. ( HMS/Edy Laks )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar